Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Kota Probolinggo dan Program INKLUSI Bersatu Demi Kota Inklusif dan Ramah Bagi Difabel

Kota ProbolinggoPemerintah Kota Probolinggo dengan program PROHADI (Probolinggo Sahabat Disabilitas) bekerja sama dengan PPDiS dan Sigab (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) melalui INKLUSI bersatu guna mewujudkan kota inklusif dan ramah bagi difabel di Kota Probolinggo. PPDiS memberikan pendampingan pada enam Kelompok Difabel Kelurahan atau biasa disingkat KDK di Kota Probolinggo, yakni pada kelurahan Ketapang, Pilang, Curahgrinting, Kebonsari Kulon, Kanigaran, dan Kademangan. 



Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, memberikan sambutannya pada acara kunjungan DFAT ke Kota Probolinggo pada Rabu siang (14/06/2023)/Ahmad Faiz


INKLUSI adalah sebuah program kemitraan Australia-Indonesia menuju masyarakat inklusif yang bertujuan untuk memperkuat kontribusi masyarakat sipil, melalui kemitraan dengan pemerintah dan sektor swasta, dalam mengatasi tantangan pembangunan yang kompleks di Indonesia. INKLUSI yang didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), bekerja di 31 provinsi bersama mitra organisasi masyarakat sipil termasuk Sigab, ‘Aisyiyah, BaKTI, KAPAL Perempuan, Kemitraan, Migrant Care, PEKKA, dan PKBI untuk mendukung tujuan pembangunan, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal atau no one left behind.


Program INKLUSI mengunjungi Kota Probolinggo pada Rabu siang (14/06/2023) sebagai tindak lanjut atas dukungannya guna mewujudkan kota inklusif. Kunjungan ini bertempat di Aula Kecamatan Kanigaran, Jl. Slamet Riyadi, Kota Probolinggo. Disambut oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, kunjungan DFAT langsung dijamu makan siang di ruangan yang telah disediakan. 


Setelah perjamuan makan siang yang diselingi diskusi informal antara Wali Kota dan DFAT akan progres perkembangan Kota Probolinggo menuju kota inklusif, delegasi DFAT lalu mengunjungi ekspo yang diadakan oleh KDK pada enam kelurahan yang dipandu oleh Santoso, Project Manager PPDiS. Ekspo ini menjadi ajang bagi KDK dalam memamerkan produk hasil inovasi yang diciptakan oleh KDK masing-masing. Beberapa produk yang dipamerkan antara lain keranjang buah dari bahan daur ulang, olahan telur asin, mi dari daun kelor (Moringa oleifera), minuman tradisional, sirop telang, keripik mangga, dan kreasi buket.



Project Manager PPDiS, Santoso, mempresentasikan produk-produk unggulan KDK Kota Probolinggo yang terbuat dari bahan daur ulang di depan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, dan perwakilan DFAT, Madeleine Moss/Ahmad Faiz


Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi, menyatakan bahwa mereka siap berkolaborasi dan menerima masukan serta saran dari DFAT terkait masalah infrastruktur dan pendidikan agar pemerintah kota dapat lebih memberikan manfaat yang dirasakan oleh warga difabel. “Ke depan kita terus akan berkolaborasi, menunggu masukan-masukan, advice tentang masalah infrastruktur, dari pendidikan dan lain-lainnya yang mana supaya kehadiran pemerintah kepada para disabilitas betul-betul dirasakan. Itu yang menjadi komitmen kita,” tambah Habib Hadi.


Senada dengan itu, Lauren Bain dari DFAT menyampaikan rasa senangnya atas komitmen Kota Probolinggo yang makin ramah terhadap difabel. Lauren juga berjanji akan meneruskan kerja sama program inklusi ini. “Saya juga ingin terus melanjutkan kerja sama baik ini untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk isu hak-hak disabilitas melalui program Inklusi,” tegasnya dalam Bahasa Indonesia.



Sesi foto bersama antara Pemerintah Kota Probolinggo, DFAT, PPDiS, SIGAB, dan KDK Kota Probolinggo./Ahmad Faiz

Pada kunjungan tersebut, hadir juga Sekretaris Daerah, Ninik Ira Wibawati, kepala perangkat daerah terkait, Direktur PPDiS, Luluk Ariyantiny, Direktur Sigab, Suharto, Koordinator Kemitraan Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI), Nina Hendarwati, dan difabel Kota Probolinggo.


Tidak ada komentar:

Komentar dilarang keras mengujar kebencian, sara dan hal negative yang bisa memicu pergerakan masa.

Diberdayakan oleh Blogger.