Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Wujudkan Desa Inklusi Ramah Disabilitas dan Lansia Pemerintah Desa Olean Bersama PPDiS Melakukan FGD Penyusuna SOP Layanan Kesehatan Bagi Perempuan, Lansia dan Disabilitas


Situbondo, siklusi.id - Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo bersama Pemerintah Desa Olean melakukan Focus Grup Discussion (FGD) penyusunan Standart Oprasional Prosedure (SOP) layanan kesehatan, kesehatan reproduksi bagi perempuan, lansia dan disabilitas.


Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) didukung oleh Komisi Nasional Perempuan telah melakukan penelitian terkait pemahaman tentang layanan kesehatan, kesehatan reproduksi dan akses layanan terhadap prempuan, lansia dan perempuan disabilitas. Dari hasil penelitian banyak dari masyakarat di Desa Olean masih belum memiliki pemahaman terkait layanan kesehatan dan kesehatan reproduksi ditambah juga banayk dari mereka yang mempunyai kendala ketika ingin mengakses layanan kesehatan.


Dari hasil penelitian dan pemetaan tersbebut akhirnya Pemerintah Desa bersama PPDiS bersepakat untuk membuat Standart Oprasional Prosedure (SOP) layanan kesehatan, kesehatan reproduksi bagi perempuan, lansia dan disabilitas.yang dimulai dengan melakukan Focus Grup Discussion (FGD) Senin (06/12/2021) di aula Karang Kenik KK 26.


Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Semua Kepala Dusun, Kader Posyandu, Kelompok Disabilitas Desa (KDD) serta mahasiswa PPL dari Universitas Abdurahman Saleh (UNARS).


 Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Desa Olean beliau menyampaikan "Kami Pemerintah Desa sangat minim untuk memperhatikan terkait apa yang dibutuhkan oleh lansia terkait kesehatanya, ya kami hanya menganggarkan setiap tahunya untuk pemberian makanan tambahan (PMT) ternyata itu belum cukup karena minimnya penegetahuan kami. Untuk disabilitas kami sudah melibatkan dalam setiap kegiatan di Desa. Kami berharap dengan adanya kerjasama dengan PPDiS dan dikung oleh Komnas Perempuan Desa Olean juga bisa menjadi Desa yang inklusif ramah disabilitas dan juga ramah perempuan serta ramah lansia.


Selanjutnya acara dimulai dengan pemateri pertama Bapak Feri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dengan menyampaikan mengenai kewenangan Desa dalam membuat dan melakukan perencanaan pembangunan baik itu pembangunan sosial inklusif yang akan dilakukan Desa Olean. Kemudian dilanjutkan dengan Mas Marlutfi yang memaparkan hasil dari penelitian dan pemetaan di Desa Olean mengenai perempuan, perempuan lansia dan perempuan disabilitas. Ditutup dengan pemateri terakhir Mbak Luluk menjelaskan mengenai paradigma disabilitas dan etika berinteraksi dengan disabilitas.


Setelah semua materi disampaikan peserta diminta untuk mengidentifikasi empat isu yang dihadapi oleh perempuan disabilitas dan lansia yaitu (1) Minimnya layanan kesehatan bagi difabel, (2) Minimnya layanan kesehatan bagi lansia, (3) Minimnya layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan disabilitas, (4) Tidak ada akses terhadap alat kesehatan bagi lansia dan disabilitas. 

Para peserta menggunakan metode analisa pohon masalah dalam mengindentifikasi masalah tersbut mencari akar masalah dan dampak yang dirasakan. Dari diskusi yang dilakukan ada beberapa akar masalah yang membuat lansia, perempuan, dan perempuan disabilitas kurang maksmimal mendapatkan layanan kesehatan ataupun kesehatan reproduksi. Dari hasil identifikasi tersebut PPDiS bersama Pemetintah Desa Olean akan melakukan penyusunan SOP Layanan kesehatan, kesehatan reproduksi bagi perempuan, lansia dan disabilitas. (*AMS)

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.