Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Implementasi Rencana Aksi KDK Kanigaran: Pelatihan Produksi Keripik Tempe

Kota Probolinggo—Cuaca Jalan Mastrip, Kota Probolinggo pada Selasa (21/05/24) mencapai 33° celsius. Namun, hal ini tidak membuat KDK Kanigaran, Kota Probolinggo mengurungkan niat melakukan implementasi rencana aksinya. KDK Kanigaran mengadakan Pelatihan Pembuatan Keripik Tempe yang diadakan di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) Kota Probolinggo. Pelatihan tersebut didukung oleh Program SOLIDER-INKLUSI. 


Tepat pukul 12.30 WIB, Lurah Kanigaran, Dwi Ariyanto, S.Sos., M.M., membuka acara pelatihan. Lurah Kanigaran mengapresiasi pelatihan yang diadakan oleh KDK Kanigaran. Beliau berharap semua anggota bisa mempraktikkan hasil pelatihan ini dengan maksimal apalagi pelatih yang mengisi pelatihan tersebut adalah pemilik produk keripik tempe yang telah dipasarkan di pasar retail modern. “Saya harap pelatih hari ini bisa menyedekahkan ilmunya,” pesan Pak Dwi, “nggak usah pelit-pelit membagi ilmu. Saya minta jangan hanya diberi tahu cara buatnya, tapi juga cara menjualnya,” kata beliau sembari mengakhiri sambutannya.


Lurah Kanigaran, Dwi Ariyanto, S.Sos., M.M. saat membuka acara pelatihan/Ahmad Faiz


Pelatih yang memberikan pelatihan keripik tempe adalah Wiwik Abidin yang berasal dari Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. “Alhamdulillah, produk kami telah berhasil masuk ke retail modern di Kota Probolinggo, bahkan juga telah masuk ke Kabupaten Probolinggo,” ucap bu Wiwik.


Keripik tempe dipilih menjadi rencana aksi KDK Kanigaran karena produk ini mudah dibikin. “Anggota KDK memilih untuk memproduksi keripik tempe karena bahan bakunya gampang didapat dan permintaan pasar lumayan menjanjikan,” ucap salah satu anggota KDK yang mengikuti pelatihan.


Pelatihan yang diikuti sekitar tiga puluhan anggota KDK Kanigara ini berlangsung interaktif di mana pelatih menyampaikan proses pembuatan keripik tempe dari tahapan paling awal yaitu menyiapkan bahan baku, yaitu kedelai, tepung tapioka, dan ragi. Kedelai yang telah dicampur ragi perlu diistirahatkan selama  beberapa jam. “Atau ibu bisa membeli tempe yang belum jadi dari produsen tempe untuk menghemat waktu,” ujar bu Wiwik memberikan tip. Setelah itu, kedelai dituang ke dalam wadah lalu ditambahkan tepung tapioka dan diaduk hingga tercampur merata.


Proses penyiapan bahan-bahan baku dalam pembuatan keripik tempe/Ahmad Faiz


Bahan campuran ini lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik panjang sembari dipadat-padatkan. “Nah, ini yang penting, bu,” kata bu Wiwik, “jika tidak cukup padat, adonan keripik ini akan mudah hancur ketika diiris tipis.” Langkah selanjutnya adalah mengikat kencang plastik lalu tusuk-tusuk perlahan, sehingga ada udara yang bisa masuk untuk membantu proses fermentasi. Bu Wiwik juga menyampaikan, “Setelah begini digantung, bu supaya adonan jadi bulat, rata, dan tidak berubah (bentuknya, Red.).” Ia juga menekankan agar adonan didiamkan dua hari atau hingga hingga adonan padat dan mengeras.  


Proses penggorengan dimulai ketika minyak di wajan sudah panas. Irisan tipis keripik tempe harus dicelup ke bumbu sebelum digoreng. “Bumbu celupan sudah saya resepkan, bu. Silakan ibu gunakan atau ubah sesuai selera,” kata bu Wiwik. Ketika minyak sudah panas, kecilkan api ke posisi sedang cenderung kecil. Selanjutnya, ambil irisan tempe satu per satu kemudian celupkan ke air celupan lalu langsung masukkan ke dalam wajan satu per satu agar tidak saling menempel. Bu Wiwik juga memberikan tip dalam menggoreng keripik, “Usahakan menggoreng jangan terlalu banyak, kalau tempe menempel segera dipisahkan.”

 

Sefri Retno Budiarti, S.E., ketua KDK Kanigaran, saat mengiris keripik tempe yang masih belum digoreng/Ahmad Faiz


Keripik tempe yang telah digoreng harus ditiriskan hingga minyaknya benar-benar habis. Pesan bu Wiwik bila keripik tempe masih berminyak untuk tidak dibungkus dahulu. Ada salah satu anggota KDK Kanigaran yang menanyakan apakah boleh keripik yang telah digoreng tersebut ditiriskan dengan mesin spinner. “Keripik tempe ini tidak bisa dimasukkan ke dalam spinner, bu,” jelasnya. Bu Wiwik menambahkan, “Keripik bisa hancur kalau ditiriskan di spinner.”


Acara pelatihan ditutup dengan mencoba bersama keripik tempe yang sudah digoreng matang. Semua peserta menyukai keripik tempe hasil pelatihan karena menurut mereka keripiknya renyah dan rasa gurihnya pas. “Untuk rasa, ibu-ibu bisa mengira-ngira sendiri takaran garam dan bumbu-bumbu lainnya karena itu masalah selera,” pungkas bu Wiwik. 

 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.