Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Temu Inklusi #5

Dinas Pendidikan Pastikan Anak dengan Disabilitas Dapat Bersekolah.




Situbondo, siklusi.id - Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo bersama Dinas Pendidikan Situbondo mengawal proses pindah sekolah salah satu siswa Sekolah luar biasa (SLB) ke SDN 1 Balung yang merupakan salah satu sekolah inklusi di Kabupaten Situbondo, (Selasa/23/3/21).


Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, sesuai dengan pasal 31 ayat 1 UUD 1945. Banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh disabilitas untuk mendapatkan hak yang sama dengan orang lain yaitu salah satunya mendapatkan hak pendidikan. 


Divka salah satu siswa dengan disabilitas netra mendapatkan beberapa kendala ketika dia ingin bersekolah. Awalnya dia bersekolah di SLB Demung Besuki, namun karena jarak tempuh dari rumah Divka di Balung ke Besuki cukup jauh akhirnya selama 2 tahun belakangan ini dia tidak lagi bisa bersekolah.


Bukan hanya karena jarak yang jauh namun juga kondisi keluarga dimana ibu Divka baru saja melahirkan adiknya yang kembar membuat Ibu Divka yang biasanya mengantarkan Divka ke sekolah akhirnya tidak bisa lagi mengantarkanya. Ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar di rumah membuat dia kesulitan mencerna materi pembelajaran. 


Saat pelaksanaan FGD penyusunan Perbup kemarin, Sekretaris Dinas Pendidikan Bapak Nur Hidayat menyampaikan bahwa dia terkejut saat melihat anak disabilitas di rumah yang dikunjungi. 


"Ketika saya berkunjung ke rumah salah satu pekerja yang memperbaiki rumah saya, tanpa sengaja saya mendengar suara memanggil nama Bapak pekerja tersebut kemudian keluar mencarinya. Ternyata yang memanggil adalah Divka anak penyandang disabilitas Netra. Dan saya tidak menyangka pekerja saya adalah keluarga disabilitas," ujarnya. 


"Saya mengobrol dengan Bapak Divka menanyakan apakah Divka bersekolah, dan ternyata Divka bersekolah di SLB Demung. Kemudian saya katakan jauh sekali pak, lalu saya kembali menanyakan berapa biaya yang dihabiskan untuk keperluan dari percakapan tersebut," lanjutnya. 


Bapak Sekdis Pendidikan juga menyampaikan bahwa Divka tidak perlu lagi sekolah di SLB Demung dengan jarak yang cukup jauh. Divka bisa bersekolah di SD terdekat karena ada Situbondo sudah menerapkan Pendidikan inklusi. 


"Dinas Pendidikan beberapa tahun terakhir melaksankan pelatihan Sekolah inklusi bekerja sama dengan PPDiS. Nanti akan saya coba komunikasikan dengan sekolah terdekat SD 1 Balung agar Divka bisa bersekolah di sini," tuturnya. 


Setelah melalui waktu yang cukup lama akhirnya kemarin, Selasa  (23/03/2021) Divka bisa pindah ke SDN 1 Balung yang tidak jauh dari rumahnya. Pada awal perkenalan di Sekolah baru Divka didampingi oleh Luluk Ariyantiny yang akrab disapa Mbak Luluk selaku ketua PPDiS serta Bapak Nur Hidayat selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo dan Ibu dari Divka. Turut hadir juga pada hari itu ketua Korwil Kecamatan Kendit, Kepala Sekolah SDN 1 Balung beserta semua guru. 


Pada kesempatan tersebut Mbak Luluk memperkenalkan bahwa Divka ini adalah disabilitas Netra dan merupakan salah satu anggota Kelompok Disabilitas Desa Balung. Hari ini Divka bersekolah di SDN 1 Balung dengan harapan nanti sekolah bisa menerima terlebih dahulu sambil pelan-pelan mempersiapkan aksesibilitas untuk Divka.


"Sekolah tidak perlu khawatir atau bingung ketika menerima siswa dengan Disabilitas netra. Mungkin memang untuk disabilitas netra membutuhkan aksesibilitas yang lebih namun itu bukan menjadi halangan masih banyak cara nanti agar bagaiman Divka ini bisa melakukan kegiatan secara mandiri sama dengan teman lainnya. Paling utama adalah adanya kepedulian dari semua pihak di SDN 1 Balung agar mereka mempunyai rasa peduli terhadap saudara kita yang disabilitas. Hal yang pertama harus dilakukan sekolah yaitu melakukan sosialisasi kepada semua guru guru yang ada di sini, komite sekolah dan tidak lupa kepada seluruh siswa yang ada di sini," paparnya.


Selain itu Mbak Luluk juga memberikan sedikit mainstreaming disabilitas kepada guru-guru yang hadir disana serta etika ketika berinteraksi dengan berbagai disabilitas terutama ketika berinteraksi dengan disabilitas netra. 


Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, menambahkan untuk perangkat pembelajarannya sambil lalu disusun dan jika ada kendala nanti bisa dikonsultasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau bisa dengan PPDiS.


"Nanti sekolah sambil menyusun perangkat pembelajaran modifikasi disesuaikan dengan kebutuhan Divka dan jangan lupa Korwil selaku pengawas sekolah harus terus mengawasi dan berkordinasi tentang perkembangan Divka setiap bulanya. Hasil dari perkembangan Divka jangan lupa dilaporkan kedalam laporan bulanan yang diserahkan kepada Dinas," ujarnya.


Praktik baik hendaknya bisa ditularkan kepada semua sekolah yang ada di Kabupaten Situbondo karena diluar sana masih banyak anak dengan disabilitas yang belum bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan lainya. Ditambah lagi Situbondo saat ini sedang menyusun Perbup mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi agar pendidikan bisa dinikmati untuk semua anak ABK maupun anak dengan disabilitas.

Pewarta : AMS

Editor : Bella

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.